Tuhan tidak dapat dihindarkan kehadiranNya dalam kehidupan ini
Dengan julukan serba Maha, maka Dia semakin unik
Dunia semakin ke sana, semakin banyak yang berebut kedudukan tempat di sisi Tuhan
Memang, di sanalah disandarkan kebenaran
Lalu siapakah yang berhak memiliki Tuhan ?
Siapa juga yang berhak memiliki kebenaran Tuhan?
Apakah Tuhan milik Densus 88?
Apakah Tuhan milik Pelaku Bom?
yang sama-sama mencabut nyawa orang atas nama kebenaran
Apakah milik Polisi ?
Apakah milik Tentara?
Atau milik Laskar ?
yang sama2 melaksanakan pandangan tentang pendapat
Apakah Tuhan milik Presiden?
Apakah milik DPR
Apakah milik Pembuat fatwa?
APakah milik kyai?
atau yang Pembuat undang-undang?
yang sama2 punya peran penentu pembuat kebijakan
Apakah milik orang fundamental?
Apakah milik orang-orang liberal?
Apakah orang demokrat ?
Milik NU?
Milik Muhammadiyah?
Atau milik yang tak berormas?
yang sama-sama mempunyai pemahaman
Apakah Tuhan milik media?
Milik yang menjadi korban media ?
yang tidak punya media?
yang sebenarnya sama-sama punya sisi cara memandang realita
Apakah Tuhan milik teroris ?
Apakah milik bukan teroris ?
yang menuduh teroris ?
yang dituduh teroris ?
yang sok teroris ?
yang sok melawan teroris ?
yang bangga dengan teroris ?
yang bangga menangkap teroris ?
yang numpang tenar karena teroris ?
yang sok paham teroris ?
yang cari kerjaan dengan isu teroris ?
yang korban teroris ?
Atau yang jualan teroris ?
Apakah Tuhan juga milik yang paham jihad?
yang tidak paham jihad ?
yang sok tau jihad ?
Bahkan yang goblok tentang jihad?
Apakah Tuhan milik yang tua ?
atau yang muda ?
Hanya dimiliki yang takut mati?
atau yang tidak takut mati ?
Apakah Tuhan milik yang meneror ?
yang diteror ?
yang menangani teror ?
yang sekedar menonton teror?
yang ikut-ikutan meneror?
Atau yang cuek isu teror ?
Oh, Tuhanku yang diperebutkan!
Suatu saat saya pernah dengar dalam khutbah jum'at, katanya: "yang sana salah dan sesat". Tapi di sebuah buku tertulis kalimat yang lain, "justru pemahaman yang seperti pengkhutbah itulah yang salah".
Kalau memang fundamental, kenapa gak mencerminkan keindahan ?
Kalau memang demokrat, kenapa gak demokratis dalam menghadapi perbedaan?
Kalau memang liberal, kenapa gak menghormati pilihan orang?
Wahai Tuhan, turunlah dan jelaskan akan kebenaran yang Kau inginkan!
Tapi sayang, saat kau turun berarti saat itu pula Engkau kehilangan ke-Maha-an Mu.
Dan saat itu pula yang turun untuk menjelaskan itu semua pasti tidak disebut Tuhan.
Kerena Tuhan itu Maha dan beda dengan seluruh isi alam
Maafkan aku Tuhan!
Sampai saat ini aku percaya akan Engkau
Dan aku ingin taat kepadaMU
Mesti aku tidak tau apakah Engkau termasuk yang diperebutkan?
Semoga Tuhanku beda dengan Tuhan mereka
dan bukan yang diperebutkan
Dan kini aku hanya bilang, I Love You semua
I Love Tuhanku
Catatan:
Maaf saudaraku
yang tidak sholat tepat waktu dilarang komentar!
yang gak rajin ke gereja juga dilarang komentar!
pokoknya yang tidak rajin beribadah dan taat beragama juga dilarang komentar!
Tambah lagi, yang tidak taat sama orang tua juga dilarang komentar!
Sebelum anda menjadi sebaliknya.
Jika melanggar, semoga balasan kejelekan akan langsung menimpa (tapi itu bukan do'a saya)
Berarti termasuk saya, dan yang pasti, saya tidak mengomentari tulisan ini.
ha ha ha. I love U Full kata seorang seniman negeri ini. Habis !
Netbook ACER Aspire One 722 Baru
10 jam yang lalu




Tulisan Terkait Lainnya
3 komentar:
Allah, tiada Tuhan Melainkan dia!
intro: berdasarkan artikel yg tak bc ada 3 agama yang bertahan dan sampai hari ini menguat yang lahir di Timur Tengah: secara kronologis, Yahudi, Kristen, dan Islam. Masing2 mengaku punya jalur komunikasi unik dan istimewa dengan Tuhan. Masing2 punya sapaan akrab sendiri-sendiri pula terhadap yang ilahi. Di Indonesia ada orang menganggap Allah milik Islam, adapun Kristen dan Yahudi punya Yehovah.
Mas rohman yg baek,sbEnere aQ sungkan komen ndek kene...pean orange kritis,wa2sane akeh.seng jelas iLmune yo uakeeeeh. pean wes lama belajar berbagai hal tentang Tuhan,(Kuliahe ae ndEk UIN pastine iLmu agamae uakeh) mengapa pean tidak juga mengerti dan mengenal DIA? ."aQ yo sedang belajar dan ngerti tentang DIA.dadi aQ yo dorong ngerti".Pertanyaan tak balekno nang pean maneh.Menurut pean ada berapakah Tuhan dan milik siapakah Sang Pencipta Semesta itu? Milik satu golongankah?”
kata2 iki pean hapus ae.Takut mw komen'
"Catatan:
Maaf saudaraku
yang tidak sholat tepat waktu dilarang komentar!
yang gak rajin ke gereja juga dilarang komentar!
pokoknya yang tidak rajin beribadah dan taat beragama juga dilarang komentar!
Tambah lagi, yang tidak taat sama orang tua juga dilarang komentar!
Sebelum anda menjadi sebaliknya.
Jika melanggar, semoga balasan kejelekan akan langsung menimpa (tapi itu bukan do'a saya)"
kita sMua kan Lg belajar menjadi lebih baik dr sbLumnya,(taat oRtu,rajin ibadah,sholat jg). meskipun sholat wes hafal,tp yo tetep harus dilaksanakan... wes pean hapus ae kata2 iku.ben akeh seng komen.Oyi....
oleh salam teko mas habib,..aQ kagum karo pean,mskipun bLm pernah ketemu. mas habib sering cerito akeh tentang pean...
ya wes sukses ae bwt sMuanya.....
Alhamdulillaahirrobbil'alamiin..Akhirnya ada Cak Rohman juga yang membuat sebuah pertanyaan yang patut untuk di pertanyakan..hmmm..subhanallaah...
Poskan Komentar